Narasi Kalteng

Akurat & Terpercaya

Agie Soroti Akses Jalan di Rakumpit, Palangka Raya Masih Punya Enam Kelurahan Tertinggal

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Dapil I Fraksi PAN, Agie.

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Dapil I Fraksi PAN, Agie, menegaskan bahwa persoalan aksesibilitas masih menjadi keluhan paling mendesak masyarakat di Kecamatan Rakumpit. Hal itu ia sampaikan usai melaksanakan reses selama delapan hari di delapan titik wilayah Rakumpit, Senin (10/11/2025).

Dalam penjelasannya, Agie menyebut hampir seluruh kelurahan yang ia datangi menyampaikan tuntutan serupa, yakni kebutuhan pembangunan jalan dan jembatan. Ia menilai fakta bahwa Palangka Raya sebagai ibu kota provinsi masih memiliki enam kelurahan tertinggal merupakan ironi yang harus segera dibenahi.

“Masalah utama yang sangat menonjol adalah soal jalan dan jembatan. Yang jadi perhatian saya, Palangka Raya sebagai kota ternyata masih memiliki desa atau kelurahan yang tertinggal. Enam kelurahan itu semuanya masuk kategori tertinggal,” ujarnya.

Delapan titik reses yang ia kunjungi meliputi Kelurahan Kereng Bangkirai, Kanarakan, Pager, Gaung Baru, Panjangan, Petuk Bukit, Bukit Sua, dan Mungku Baru. Dari wilayah tersebut, enam di antaranya dinilai memiliki kondisi akses yang memprihatinkan, hingga menyulitkan warga dalam aktivitas harian, termasuk dalam keadaan darurat.

Agie menggambarkan beratnya situasi warga, terutama saat harus membawa keluarga yang sakit ke layanan kesehatan.

“Ketika ada warga sakit, mereka harus menempuh dua kali transportasi. Harus naik klotok dulu, dan biayanya bisa sampai Rp300 ribu. Itu sangat memberatkan,” jelasnya.

Politisi PAN itu menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi warga Rakumpit dan menyampaikannya secara resmi kepada Gubernur Kalimantan Tengah, khususnya melalui Dinas Permukiman dan Perumahan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda lagi.

Agie juga menekankan bahwa pembangunan jalan antar desa sejalan dengan empat program prioritas Presiden Republik Indonesia, yaitu pembangunan jalan desa, penyediaan air bersih, perumahan rakyat, dan program makan bergizi gratis.

“Dengan sinergi kebijakan nasional dan daerah, saya berharap percepatan pembangunan di Rakumpit bisa segera terwujud,” pungkasnya. (Mdh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version