Bapenda Palangka Raya Maksimalkan Tapping Box Lewat Pelatihan Kasir

PALANGKA RAYA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya mengoptimalkan transparansi dan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bapenda Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, mengungkapkan bahwa salah satu langkah strategis yang akan diambil adalah memaksimalkan penggunaan tapping box pada berbagai objek pajak di wilayah tersebut.

IMG-20260316-WA0002

Penggunaan tapping box atau alat pemantau transaksi usaha dinilai menjadi instrumen krusial dalam mencatat data transaksi secara real-time.

Alat ini dipasang pada mesin kasir pelaku usaha, seperti restoran, kafe dan tempat hiburan lainnya untuk memastikan bahwa pajak yang dibayarkan oleh konsumen benar-benar masuk ke kas daerah tanpa adanya manipulasi data.

Namun, efektivitas alat ini sangat bergantung pada sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Oleh karena itu pihaknya akan segera mengadakan pelatihan khusus bagi para kasir yang bekerja di tempat-tempat tersebut.

Pelatihan ini bertujuan agar para tenaga kerja di lapangan memiliki pemahaman teknis yang mumpuni dalam mengoperasikan sistem.

“Kami ingin memastikan tidak ada kendala teknis di lapangan. Dengan pelatihan ini, para kasir diharapkan memahami cara kerja alat, mulai dari proses input transaksi hingga penanganan masalah ringan jika terjadi gangguan koneksi pada alat tersebut,” katanya, Kamis, (5/2/2026).

Dengan optimalisasi tapping box melalui peningkatan kapasitas SDM, Bapenda Kota Palangka Raya optimis target penerimaan pajak daerah pada tahun ini dapat tercapai secara maksimal.

Integrasi teknologi dan kompetensi petugas kasir diharapkan mampu menciptakan ekosistem perpajakan yang lebih akuntabel, transparan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur serta layanan publik di Kota Cantik. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

You cannot copy content of this page