Bapenda Palangka Raya Optimis Target PAD 2026 Tercapai Sebelum Akhir Tahun
PALANGKA RAYA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya menyatakan optimisme yang tinggi terhadap pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026.
Berdasarkan tren penerimaan di awal tahun dan efektivitas sistem pemungutan pajak yang terus diperbarui, pemerintah kota yakin angka yang dipatok dapat terpenuhi.
Keyakinan ini didasari oleh partisipasi masyarakat yang semakin baik serta pengawasan sektor-sektor potensial yang dilakukan secara lebih intensif dan terukur.
Kepala Bapenda Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap sektor-sektor unggulan yang menjadi penyumbang terbesar PAD, seperti Pajak Restoran, Pajak Hotel, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Menurutnya, momentum pemulihan ekonomi dan peningkatan aktivitas bisnis di Palangka Raya memberikan dampak positif terhadap arus kas daerah.
Emi menegaskan bahwa strategi tahun ini tidak hanya fokus pada penagihan, tetapi juga pada penyuluhan kepatuhan wajib pajak.
“Kami sangat optimis target PAD tahun 2026 ini bisa tercapai, bahkan kami proyeksikan terealisasi sebelum akhir tahun atau sekitar bulan November,” katanya, Rabu, (28/1/2026).
Hal ini dimungkinkan karena sistem digitalisasi perpajakan kita sudah semakin stabil, sehingga meminimalisir kebocoran dan mempermudah warga dalam melakukan transaksi pembayaran di mana saja.
Langkah konkret yang diambil Bapenda untuk mempercepat capaian ini adalah dengan memperbanyak titik layanan pembayaran serta memperkuat kolaborasi dengan perbankan dan toko ritel modern.
Digitalisasi melalui aplikasi dan pembayaran non-tunai (QRIS) terbukti efektif meningkatkan kecepatan setor pajak dari wajib pajak ke kas daerah.
Selain itu, jemput bola ke kelurahan-kelurahan masih menjadi andalan untuk menyasar wajib pajak di wilayah yang cukup jauh dari pusat kota.
Selain penguatan teknologi, Emi menjelaskan bahwa pihaknya juga gencar melakukan pemutakhiran data objek pajak untuk memastikan tidak ada potensi yang terlewatkan.
Tim di lapangan secara rutin melakukan verifikasi dan validasi data guna menyesuaikan perkembangan bangunan dan usaha baru yang bermunculan di Kota Cantik.
Pendekatan persuasif dan edukasi kepada pelaku usaha baru menjadi kunci agar mereka segera terdaftar dalam sistem perpajakan daerah.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan