Dosen Sendratasik FKIP UPR Gandeng SMPN 4 dan Desa Telangkah Bangun Digital Art School Berbasis Kearifan Lokal
KATINGAN – Dosen Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjalin kerja sama pengembangan Digital Art School di SMP Negeri 4 Telangkah dan Pemerintah Desa Telangkah, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Rabu (30/7/2025).
Kegiatan yang disambut antusias para guru dan perangkat desa ini berfokus pada pelatihan seni digital dasar, mulai dari ilustrasi digital, desain grafis, hingga pengenalan animasi menggunakan aplikasi ramah pendidik dan komunitas lokal. Seni digital diperkenalkan sebagai media kreatif untuk mendokumentasikan budaya serta mengembangkan potensi generasi muda di era teknologi.
Ketua Tim Pengabdian, Cahyo Wahyu Darmawan, S.Pd., S.Psi., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya edukatif, tetapi juga strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah desa.
“Kami tidak hanya berbagi keterampilan, tapi juga membangun kerja sama jangka panjang untuk pengembangan seni digital yang relevan dengan budaya dan potensi lokal,” jelas Cahyo.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Prodi Sendratasik FKIP UPR dengan SMPN 4 Telangkah dan Pemerintah Desa Telangkah. Isi kesepakatan mencakup:
Pengembangan Digital Art School berbasis kearifan lokal
Pelatihan guru dan perangkat desa dalam literasi seni digital
Pendampingan proyek kreatif warga desa
Dokumentasi visual budaya Telangkah melalui seni digital
Kepala SMPN 4 Telangkah, Sufina Istikasiati, S.Pd., menilai program ini membuka ruang baru bagi siswa untuk belajar teknologi dalam konteks seni. Kepala Desa Telangkah, Duserman, juga menyambut baik kolaborasi tersebut.
“Kami melihat potensi luar biasa dari anak-anak dan warga desa. Dengan dukungan UPR, kami yakin potensi ini bisa dikembangkan dan berdampak nyata bagi pembangunan desa,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif antara tim UPR, para pengajar, serta perangkat desa mengenai arah pengembangan program berkelanjutan.










Tinggalkan Balasan