DPRD Barito Utara Desak PDAM Tambah Produksi Air Bersih
MUARA TEWEH – Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, Taufik Nugraha, mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat menambah kapasitas produksi air bersih. Desakan ini muncul setelah keluhan warga soal distribusi air kembali mencuat, terutama di Kelurahan Lanjas dan Melayu.
“Permasalahan distribusi air bersih dari PDAM Barito Utara kembali dikeluhkan warga, khususnya di Kelurahan Lanjas dan Kelurahan Melayu,” kata Taufik saat reses di Muara Teweh, Rabu, 20 Agustus 2025.
Ia menyebut pasokan air ke rumah warga hanya mengalir satu hingga dua hari dalam sepekan.
“Kami meminta PDAM Barito Utara untuk menambah kapasitas produksi air bersih, dan segera melakukan pembenahan pada sistem distribusi. Warga di beberapa kelurahan mengalami pasokan yang sangat tidak stabil, ini harus jadi prioritas,” ujarnya.
Taufik menegaskan, air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa diabaikan. Komisi II DPRD, kata dia, akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap operasional PDAM sekaligus meminta pemerintah daerah menyiapkan dukungan kebijakan maupun anggaran.
“PDAM harus memiliki solusi jangka pendek dan jangka panjang. Penambahan jaringan, peremajaan pipa, dan penyesuaian kapasitas produksi perlu segera dilakukan agar masyarakat tidak terus dirugikan,” katanya.
Direktur PDAM Barito Utara, Roosmanjaya Anor, membenarkan kapasitas produksi belum bertambah sejak 2014.
“Ya pak, benar yang disampaikan oleh pak Taufik bahwa kapasitas produksi PDAM yang dibangun terakhir pada tahun 2014 dan sampai saat ini kapasitas produksi tidak ada penambahan karena kurangnya Instalasi Pengolahan Air atau IPA,” ucapnya.
Ia menambahkan, jumlah pelanggan baru yang terus meningkat membuat pasokan harus diatur bergiliran.
“Sehingga harus berbagi dengan pelanggan di wilayah pengembangan kota sehingga ada pengaturan giliran 1 hari mengalir 2 hari tidak dan diarahkan ke wilayah lainnya,” ujarnya.










Tinggalkan Balasan