Narasi Kalteng

Akurat & Terpercaya

Inovasi Jemput Bola Upaya Bapenda Palangka Raya Tingkatkan Pendapatan Daerah

PALANGKA RAYA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya terus meluncurkan berbagai terobosan untuk memaksimalkan raihan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu langkah paling efektif yang saat ini gencar dilakukan adalah melalui inovasi layanan Jemput Bola.

Strategi ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam menuntaskan kewajibannya tanpa harus datang langsung ke kantor pusat, sehingga hambatan jarak dan waktu dapat teratasi dengan baik.

Kepala Bapenda Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, menjelaskan bahwa layanan jemput bola ini melibatkan unit armada keliling yang menyasar titik-titik strategis, mulai dari pusat perbelanjaan hingga pemukiman warga di tingkat kelurahan.

Petugas diterjunkan langsung untuk memberikan layanan konsultasi sekaligus pembayaran pajak di tempat.

Inovasi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Inovasi jemput bola ini adalah upaya kami untuk proaktif. Kami menyadari bahwa kesibukan warga terkadang menjadi kendala untuk membayar pajak tepat waktu, maka dari itu kami yang mendatangi mereka. Dengan hadirnya petugas kami di tengah masyarakat, diharapkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak akan meningkat secara alami karena prosesnya yang menjadi sangat mudah,” katanya, Senin, (2/2/2026).

Selain menyasar pajak individu seperti PBB, tim jemput bola ini juga melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mereka lebih memahami mekanisme pelaporan pajak daerah.

Emi menekankan bahwa petugas tidak hanya sekadar memungut, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pajak bagi keberlangsungan pembangunan kota.

Pendekatan persuasif ini terbukti mampu merangkul lebih banyak wajib pajak baru yang sebelumnya belum terdata.

Layanan jemput bola ini juga telah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital, sehingga transaksi tetap terdokumentasi secara transparan dan akuntabel.

Wajib pajak yang bertransaksi melalui layanan keliling tetap mendapatkan bukti bayar sah yang terkoneksi langsung dengan sistem data pusat.

Digitalisasi layanan di lapangan ini meminimalisir kesalahan administrasi dan mempercepat proses pemutakhiran data piutang pajak secara real-time.

Emi Abriyani optimis bahwa melalui konsistensi inovasi jemput bola ini, target PAD 2026 dapat tercapai lebih cepat.

Ia juga mengajak seluruh aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk terus bersinergi dalam menginformasikan jadwal layanan keliling kepada warganya.

Dengan dukungan seluruh pihak, Bapenda yakin pendapatan daerah yang optimal akan menjadi motor penggerak utama dalam memperbaiki kualitas infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Palangka Raya.(hen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version