Mahasiswa UPR Kembangkan Kosmetik dari Arang Kayu Tumih dan Daun Putat

PALANGKA RAYA – Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, mengembangkan inovasi kosmetik berbasis bahan alam lokal dengan memadukan arang aktif kayu Tumih dan ekstrak daun Putat. Kedua bahan tersebut diolah menjadi bedak dingin hibrida yang diteliti potensinya untuk membantu mengatasi masalah kulit berminyak.

Inovasi ini dikembangkan oleh empat mahasiswa lintas program studi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang mendapat pendanaan pemerintah.

Ketua tim penelitian, Anisa Nugraha Heni, mengatakan riset tersebut berangkat dari persoalan kulit berminyak yang banyak dialami masyarakat, terutama di wilayah beriklim tropis.

Menurutnya, pengembangan ini juga menjadi upaya menghadirkan alternatif kosmetik berbasis bahan alam yang dapat diteliti secara ilmiah, sekaligus mengangkat potensi tumbuhan khas Kalimantan Tengah.

Tim mengembangkan bedak dingin tradisional berbahan dasar beras dengan pendekatan hibrida, yakni menggabungkan dua bahan aktif yang memiliki karakteristik berbeda.

Arang aktif kayu Tumih (Combretocarpus rotundatus), tumbuhan yang ditemukan di kawasan lahan gambut, dimanfaatkan karena kemampuannya menyerap minyak dan kotoran pada permukaan kulit.

Sementara itu, ekstrak daun Putat (Planchonia valida) mengandung senyawa bioaktif, termasuk flavonoid dan tanin, yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antibakteri.

Kombinasi kedua bahan tersebut menjadi fokus penelitian untuk mengetahui potensinya dalam membantu mengendalikan kadar minyak pada kulit.

Untuk mengetahui efektivitas formulasi yang dikembangkan, tim menggunakan alat skin analyzer guna mengukur perubahan kadar sebum atau minyak pada kulit secara kuantitatif.

Pengujian tersebut dilakukan agar hasil penelitian dapat dievaluasi berdasarkan data pengukuran yang lebih objektif.

Meski demikian, potensi bahan aktif dalam penelitian belum dapat langsung diartikan bahwa produk telah terbukti secara klinis mengatasi kulit berminyak, jerawat, maupun komedo. Pengujian lanjutan diperlukan untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan kesesuaian produk untuk penggunaan pada kulit.

Tim penelitian ini terdiri dari Anisa Nugraha Heni sebagai ketua, Ade Theresia Hutauruk, Muhammad Ramadhani, dan Rumita. Keempatnya berasal dari program studi Fisika, Farmasi, dan Kimia, dengan bimbingan dosen pendamping Made Dirgantara, S.Si., M.Si.

Selain menjalankan penelitian, tim juga memperkenalkan perkembangan riset melalui sejumlah forum ilmiah, di antaranya SEMIRATA, Seminar Mahasiswa, dan BASISTORA.

Pengembangan kosmetik berbahan alam ini menjadi salah satu contoh kolaborasi lintas disiplin di lingkungan perguruan tinggi untuk mengeksplorasi potensi sumber daya lokal melalui penelitian ilmiah.

Ke depan, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan produk berbahan alam yang inovatif, dengan tetap mengutamakan pembuktian ilmiah dan keamanan bagi masyarakat.

Narasi Kalteng

(TA)

You cannot copy content of this page