Momentum HUT Kotim ke-73, Muhammad Sya’ban Kritik Arah Pembangunan Kotim dan Soroti Infrastruktur hingga Pendidikan
PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dimaknai Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawaringin Timur (IPMK) Palangka Raya sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan dan kualitas pelayanan publik di daerah tersebut.
Ketua Umum IPMK Palangka Raya, Muhammad Sya’ban, menilai berbagai persoalan mendasar di Kotim hingga kini masih belum tertangani secara optimal karena kurangnya penentuan skala prioritas pembangunan oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, kompleksitas permasalahan yang dihadapi Kotim menuntut perencanaan yang lebih fokus agar setiap kebijakan benar-benar menyasar kebutuhan utama masyarakat.
“Momentum HUT ke-73 ini seharusnya menjadi refleksi bersama. Pemerintah perlu memetakan skala prioritas secara jelas. Kalau persoalan jalan, ya selesaikan jalan terlebih dahulu. Kalau banjir, fokus ke irigasi. Jangan satu masalah belum tuntas, sudah berpindah ke persoalan lain,” ujar Sya’ban saat ditemui di Asrama Kotim 1, Palangka Raya, Kamis (8/1/2026).
Di sektor pendidikan, IPMK Palangka Raya turut menyoroti kebijakan Beasiswa Gerbang Menyata (GM) yang dinilai perlu penyesuaian agar sejalan dengan kondisi biaya pendidikan dan kebutuhan hidup mahasiswa saat ini.
IPMK mendorong peningkatan kuota penerima serta kenaikan nominal beasiswa dari Rp3 juta menjadi Rp5 juta agar manfaat program tersebut lebih dirasakan mahasiswa asal Kotim yang tengah menempuh pendidikan.
Selain beasiswa, IPMK Palangka Raya juga meminta pemerintah daerah mempercepat penyelesaian pembangunan asrama mahasiswa, khususnya di Kota Palangka Raya, sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda Kotim.
Di bidang infrastruktur, IPMK Palangka Raya menilai kondisi jalan di sejumlah wilayah Kotim masih mengalami kerusakan, penerangan jalan umum (PJU) belum merata, serta persoalan banjir yang terus berulang setiap tahun tanpa penanganan yang menyeluruh.
“Masalah-masalah ini hampir selalu muncul setiap tahun. Artinya, dibutuhkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, fokus, dan berkelanjutan,” katanya.
IPMK Palangka Raya juga menilai kualitas pelayanan publik di Kotim masih perlu ditingkatkan, baik dari segi kecepatan pelayanan, efektivitas kebijakan, maupun kemudahan akses layanan bagi masyarakat.
Melalui momentum peringatan HUT Kotim ke-73, IPMK Palangka Raya berharap pemerintah daerah tidak hanya menjadikannya sebagai perayaan seremonial, tetapi sebagai titik evaluasi untuk menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan pelayanan publik yang lebih baik.
“Di usia 73 tahun ini, kesejahteraan masyarakat harus menjadi tujuan utama. Pembangunan harus dirasakan langsung dan pelayanan publik benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkas Muhammad Sya’ban.










Tinggalkan Balasan