Srategi Bapenda Palangka Raya Lampaui Target Pajak Hotel dan Restoran
PALANGKA RAYA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya terus mematangkan berbagai strategi inovatif untuk memastikan capaian pajak dari sektor hotel dan restoran mampu melampaui target yang ditetapkan pada tahun 2026.
Sektor ini dinilai sebagai salah satu primadona penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring dengan meningkatnya geliat ekonomi dan pariwisata di Kota Cantik.
Optimalisasi terus dilakukan melalui pendekatan teknologi dan pengawasan intensif terhadap setiap transaksi usaha.
Kepala Bapenda Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, menyatakan bahwa kunci utama dalam melampaui target tahun ini adalah perluasan pemasangan alat perekam transaksi atau tapping box di berbagai objek pajak.
Dengan alat ini, setiap transaksi yang terjadi di hotel maupun restoran akan tercatat secara otomatis dan terpantau langsung oleh sistem Bapenda.
Langkah ini terbukti efektif dalam meminimalisir potensi laporan yang tidak sesuai dan meningkatkan akurasi setoran pajak dari para pelaku usaha.
“Kami fokus pada transparansi data. Dengan strategi digitalisasi melalui tapping box dan koordinasi yang rutin bersama pengelola usaha, kami yakin target pajak hotel dan restoran tidak hanya akan tercapai, tapi bisa melampaui estimasi awal. Kami ingin memastikan bahwa apa yang dibayarkan oleh konsumen sebagai pajak benar-benar masuk ke kas daerah untuk pembangunan kota,” ungkapnya, Jumat, (30/1/2026).
Selain penguatan teknologi, Bapenda juga menerapkan strategi jemput bola melalui pemberian edukasi secara persuasif kepada para pelaku usaha baru.
Emi menjelaskan bahwa timnya rutin turun ke lapangan untuk memberikan pendampingan mengenai cara pelaporan dan pembayaran pajak secara mandiri melalui aplikasi e-Pajak.
Hal ini dilakukan agar para pengusaha merasa terbantu dan tidak menganggap administrasi perpajakan sebagai beban yang rumit.
Strategi lainnya adalah pemberian apresiasi atau reward bagi wajib pajak yang patuh dan tertib dalam menyetorkan kewajibannya.
Bapenda berencana menyelenggarakan program penghargaan bagi hotel dan restoran dengan tingkat kepatuhan tertinggi sebagai bentuk motivasi bagi pelaku usaha lainnya.
Menurut Emi, iklim usaha yang positif dan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan pelaku bisnis akan berdampak langsung pada kestabilan pendapatan daerah.
Emi Abriyani menutup keterangannya dengan optimisme bahwa pertumbuhan sektor kuliner dan penginapan di Palangka Raya akan tetap stabil hingga akhir tahun.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program pemerintah dengan selalu meminta struk pembayaran saat bertransaksi di hotel atau restoran.
Dengan pengawasan bersama, Bapenda yakin target PAD 2026 akan menjadi catatan prestasi yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Palangka Raya.(hen)











Tinggalkan Balasan