Narasi Kalteng

Akurat & Terpercaya

Lima Hari Pencarian, Bocah 11 Tahun yang Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR bersama warga saat menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di sungai Kapuas.

KAPUAS – Setelah lima hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Jio Norahito (11), bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas, Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026) pagi.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, Jio diketahui tengah berenang bersama sejumlah temannya di sungai. Ia sempat terlihat duduk di tepi sungai, namun tak lama kemudian menghilang hingga diduga tenggelam.

Warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, sebelum kejadian tersebut dilaporkan ke aparat berwenang dan Kantor SAR Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut.

Koordinator lapangan Basarnas, Malik, mengatakan tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian selama operasi berlangsung. Hingga akhirnya, pada pukul 09.32 WIB, tim menerima informasi dari warga yang melihat keberadaan korban di sekitar lanting, berjarak sekitar 3,4 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

“Setelah dipastikan, tim langsung mengevakuasi korban. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Malik.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, yang memantau langsung jalannya operasi, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim yang terlibat hingga korban berhasil ditemukan.

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi kami tutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” katanya.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, Polsek Kapuas Hulu, Koramil Kapuas Hulu, TKSK Kapuas Hulu, Pemerintah Desa Sei Hanyu, serta keluarga dan masyarakat setempat.

Follow Narasi Kalteng di Google Berita.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version