Disbun Dorong Plasma dan Komoditas Alternatif
PALANGKA RAYA – Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah menegaskan agenda besar sektor perkebunan pada 2026 tidak hanya berfokus pada perluasan komoditas, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan skema plasma.
Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Tengah, Rizky Ramadhana Badjuri, menyebut kesejahteraan pekebun masih menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan secara bertahap.
“PR besar dunia perkebunan ini adalah kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui plasma,” ujarnya belum lama ini.
Menurut Rizky, hadirnya berbagai regulasi baru di sektor perkebunan menuntut adanya penyelarasan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak dinilai perlu duduk bersama untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan hak-hak pekebun dapat terpenuhi.
Ia menjelaskan, skema plasma merupakan pola kemitraan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat. Dalam pola tersebut, sebagian lahan perusahaan dialokasikan untuk dikelola masyarakat dengan sistem bagi hasil atau pola kemitraan tertentu.
Rizky menilai penguatan plasma penting dilakukan agar manfaat ekonomi sektor perkebunan tidak hanya terpusat pada perusahaan besar, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat dan pekebun lokal.
Selain memperkuat plasma, pemerintah juga terus mendorong pengembangan komoditas alternatif seperti kelapa, karet, kakao, dan aren. Langkah itu dilakukan untuk memperluas sumber pendapatan masyarakat serta meningkatkan ketahanan ekonomi daerah. (Mdh).
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan