Narasi Kalteng

Akurat & Terpercaya

Sekolah di Kalteng Kini Belajar Bahasa Asing Setiap Hari Lewat Kelas Virtual

Foto: Siswa saat belajar bahasa asing (ist)

PALANGKA RAYA – Program Pembelajaran Bahasa Asing Virtual yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran kini telah berjalan aktif di seluruh SMA dan SMK se-Kalteng. Setiap hari, siswa mengikuti pembelajaran berbagai bahasa asing secara daring, seperti Bahasa Inggris, Jepang, Jerman, Arab, dan Prancis.

Langkah inovatif ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Kalteng melalui Dinas Pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global. Dengan sistem pembelajaran virtual, siswa di 14 kabupaten dan kota dapat belajar bersama secara interaktif tanpa terkendala jarak maupun keterbatasan tenaga pengajar.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program ini kini menjadi bagian dari rutinitas belajar di sekolah. Setiap hari, siswa mendapatkan jadwal pelajaran bahasa asing secara bergiliran, baik yang diampu guru di sekolah maupun melalui platform virtual yang dipantau Dinas Pendidikan.

“Alhamdulillah, saat ini hampir semua sekolah sudah aktif mengikuti pembelajaran bahasa asing setiap harinya. Ini menjadi bagian dari rutinitas belajar siswa kita. Dengan dukungan teknologi digital, para siswa dari wilayah terpencil pun bisa belajar bersama teman-temannya di kota,” ujar Reza.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak lepas dari arahan langsung Gubernur Agustiar Sabran yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi global bagi generasi muda Kalteng. Gubernur, kata dia, menginginkan agar siswa-siswi di Kalteng tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi internasional yang kuat.

“Pak Gubernur selalu menegaskan, anak-anak Kalteng harus siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, beliau meminta agar bahasa asing diajarkan setiap hari dan terus dikembangkan,” tambah Reza.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Pendidikan Kalteng tengah menyiapkan langkah baru dengan menambah Bahasa Portugis sebagai salah satu bahasa yang akan diajarkan. Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan kebudayaan dengan negara-negara berbahasa Portugis seperti Brasil dan Timor Leste.

“Kita sudah menyiapkan rencana penambahan Bahasa Portugis dalam kurikulum virtual. Ini sesuai arahan Pak Gubernur dan juga sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden. Harapannya, anak-anak Kalteng bisa menjangkau lebih luas dunia internasional, termasuk ke negara-negara Amerika Latin dan Asia Tenggara,” ungkap Reza.

Follow Narasi Kalteng di Google Berita.

(Uk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version