Sempat Tertunda karena Biaya, Lilis Kembali Sekolah Berkat Program KHBS
SERUYAN — Kesempatan melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda akhirnya kembali terbuka bagi Lilis, seorang lulusan SMP yang kini resmi menjadi murid kelas X SMK Negeri 1 Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Lilis sempat tidak melanjutkan sekolah setelah lulus SMP pada 2025 karena keterbatasan biaya. Situasi tersebut berubah setelah keluarganya menyampaikan aspirasi mengenai keinginan Lilis untuk kembali bersekolah dalam kunjungan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, pada 4 Oktober 2026.
Melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera atau KHBS, Lilis memperoleh akses bantuan pendidikan. Ia mendaftarkan diri ke SMKN 1 Hanau pada 5 Oktober dan mulai tercatat sebagai murid pada 6 Oktober 2026.
Di sekolah tersebut, Lilis memilih konsentrasi keahlian Bisnis Retail. Selain memperoleh kesempatan belajar kembali, ia juga menerima bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam dan sepatu.
Lilis menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang membuatnya dapat kembali melanjutkan pendidikan.
“Saya Lilis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Tengah, Bapak Haji Agustiar Sabran. Atas bantuan beliau, saya dapat melanjutkan pendidikan di SMK 1 Hanau. Di sini saya masuk di kelas 10 jurusan Bisnis Retail, sesuai dengan minat saya,” ujar Lilis, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia berharap dapat menyelesaikan pendidikannya dan meraih cita-cita untuk membantu keluarganya.
“Saya juga mendapat bantuan seragam dan sepatu sekolah. Harapan saya, saya dapat menyelesaikan sekolah di SMK 1 Hanau untuk mencapai cita-cita dan mengangkat derajat keluarga,” tuturnya.
Pelaksana Tugas Kepala SMKN 1 Hanau, Pahrudinor, membenarkan bahwa Lilis telah resmi bersekolah setelah pihaknya menindaklanjuti arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kisah Lilis menjadi gambaran bagaimana persoalan ekonomi dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan seorang anak. Bantuan biaya dan perlengkapan sekolah dapat menjadi langkah awal untuk membuka kembali kesempatan belajar.
Namun, memastikan anak tetap bersekolah hingga lulus juga membutuhkan dukungan berkelanjutan, termasuk pendampingan keluarga, lingkungan sekolah yang mendukung, dan pemenuhan kebutuhan pendidikan lainnya.
(TA)
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan