Bupati Shalahuddin Tekankan Sinergi di Forum RKPD 2027
MUARA TEWEH – Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) RKPD Tahun 2027 Kabupaten Barito Utara dibuka di Aula Bapperida Muara Teweh, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah partisipasi luas bagi masyarakat dalam menyusun arah pembangunan daerah.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan forum tersebut bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan momentum penting untuk memastikan program prioritas benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. “RKPD 2027 harus mencerminkan kebutuhan warga dan selaras dengan arah pembangunan nasional maupun provinsi. Karena itu, masukan publik menjadi kunci,” ujarnya.
Dalam paparannya, Bupati menyebut tahun 2027 sebagai “Tahun Aksi”, fase krusial pelaksanaan RPJMD 2025–2029 Tahap II. Fokus utama diarahkan pada penguatan produktivitas sektor unggulan dan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui skema “11.12 Gaspol”. Program ini menargetkan percepatan realisasi 11 program unggulan dan 12 proyek infrastruktur prioritas.
Program unggulan mencakup pendidikan gratis 16 tahun, beasiswa prestasi, layanan kesehatan dengan BPJS gratis, balai latihan kerja, bantuan alat berat, santunan sosial, insentif pengurus adat dan tokoh agama, ambulans desa, penyediaan air bersih, peningkatan kesejahteraan ASN dan tenaga kontrak, serta bantuan tugas belajar S2/S3.
Sementara 12 proyek infrastruktur difokuskan pada konektivitas dan pelayanan dasar, seperti pembangunan tiga jembatan utama, pelebaran jalan kota dan akses bandara, penataan Muara Teweh Baru, pembangunan sport center di ibu kota kecamatan, Waterfront City, SPAM IKK, rehabilitasi RSUD Muara Teweh, penataan kawasan eks Bandara Beringin, dan normalisasi Sungai Bengaris.
Pemkab memastikan seluruh usulan dari DPRD, perangkat daerah, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat akan dicatat dan diverifikasi sebelum dokumen RKPD difinalisasi. Bupati menegaskan sinergi dan komitmen bersama menjadi kunci agar “11.12 Gaspol” tidak berhenti sebagai slogan, tetapi terwujud dalam program nyata yang dirasakan masyarakat. (Mdh).












Tinggalkan Balasan