Dinkes Imbau Warga Terapkan PHBS Cegah Nipah
PALANGKA RAYA – Hingga saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah memastikan belum ditemukan kasus penyebaran virus Nipah di wilayah Bumi Tambun Bungai. Konfirmasi ini disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terkait pemberitaan nasional mengenai potensi penyebaran virus tersebut.
Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul, menegaskan bahwa fasilitas kesehatan di Kalteng belum melaporkan adanya indikasi virus Nipah. “Belum ada laporan dari fasilitas kesehatan yang menemukan adanya virus Nipah,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Terkait langkah antisipasi, Suyuti menjelaskan bahwa pencegahan penularan virus Nipah tidak berbeda dengan penyakit menular lainnya. Ia mengimbau masyarakat disiplin menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. “Penyakit menular, termasuk virus Nipah, bisa dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelasnya.
Menjawab kesiapan teknis, Suyuti menyebut tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. Menurutnya, standar operasional prosedur penanganan penyakit menular sudah dipahami tenaga kesehatan di setiap fasilitas pelayanan. “Tidak ada persiapan khusus. Faskes sudah tahu apa yang harus dilakukan,” tutupnya.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai benteng utama terhadap ancaman penyakit menular. Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes HK.02.02/C/445/2026, virus Nipah dapat menular ke manusia melalui hewan perantara seperti babi, konsumsi makanan atau minuman terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita.
Virus ini memiliki tingkat kematian tinggi, mencapai 40–75 persen, dengan gejala mulai dari infeksi saluran pernapasan akut hingga ensefalitis. Wabah pertama tercatat di Malaysia pada 1998–1999, kemudian menyebar ke Singapura, India, Bangladesh, dan Filipina. Hingga kini, belum ada laporan kasus konfirmasi virus Nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat risiko geografis dan mobilitas antarnegara. (Mdh).












Tinggalkan Balasan