MIN 5 Palangka Raya Kenalkan Cerita Rakyat Lewat Lomba Bertutur, Perkuat Literasi dan Karakter Siswa
PALANGKA RAYA – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Kota Palangka Raya terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan peserta didik melalui pelestarian cerita rakyat. Upaya tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan siswinya, Butsania Iftitah, pada Lomba Bertutur Tingkat SD/MI yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya.
Dalam ajang tersebut, Butsania membawakan legenda lokal Nyai Balau, sebagai bagian dari upaya mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
Lomba bertutur tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan bercerita, tetapi juga menjadi media untuk meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, keterampilan berkomunikasi, serta kepercayaan diri siswa sejak usia dini.
Kepala MIN 5 Kota Palangka Raya, H. Muhamad Asran Dirun, mengatakan cerita rakyat memiliki nilai edukatif yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, berbagai pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat dapat menjadi bekal bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui cerita rakyat, anak-anak belajar berbicara di depan umum sekaligus menyerap nilai keberanian, kebijaksanaan, dan cinta budaya daerah,” kata Asran, Kamis (2/7/2026).
Ia mengapresiasi keberanian Butsania yang tampil mewakili sekolah dalam lomba tersebut. Pengalaman itu diharapkan mampu memotivasi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan bakat di bidang literasi, seni bertutur, maupun kompetensi lainnya.
Menurut Asran, lomba bertutur merupakan metode pembelajaran yang menyenangkan karena mampu menggabungkan unsur pendidikan, kreativitas, dan pelestarian budaya dalam satu kegiatan.
“Siswa tidak merasa terbebani, tetapi tetap belajar, meningkatkan kemampuan komunikasi, sekaligus mengenal budaya lokal yang menjadi identitas daerah,” ujarnya.
MIN 5 Kota Palangka Raya, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung pengembangan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan positif yang mampu meningkatkan kemampuan akademik maupun karakter.
Sekolah berharap budaya membaca, bercerita, dan keberanian tampil di depan publik dapat terus tumbuh sehingga melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, percaya diri, serta mencintai budaya daerah.
“Langkah ini bagian dari upaya mencetak generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan peduli pada warisan budaya bangsa,” pungkas Asran.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan