Pelajar Kalteng Disiapkan Tembus Pendidikan ke Jepang, Jerman hingga Amerika

PALANGKA RAYA – Mimpi pelajar Kalimantan Tengah untuk kuliah di luar negeri kini mulai mendapat jalan yang lebih jelas. Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng tengah menyiapkan strategi besar untuk membuka peluang lebih luas bagi siswa SMA, SMK, dan SKH agar bisa melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi internasional.

Tak sekadar mendorong semangat belajar, Disdik Kalteng kini mulai memetakan siswa-siswa yang dinilai memiliki potensi akademik untuk bersaing di tingkat global. Negara-negara seperti Jepang, Jerman, Prancis, Rusia hingga Amerika Serikat menjadi tujuan yang paling banyak diminati.

dishut
disbun

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kalteng agar mampu bersaing di era global.

“Program ini sudah mulai masuk ke tahap pemetaan minat dan persiapan kemampuan akademik serta bahasa bagi siswa yang berpotensi melanjutkan pendidikan ke berbagai negara,” kata Reza saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Jumat (29/5/2026) lalu.

dishut

Menurutnya, pemetaan dilakukan tidak hanya terhadap siswa yang baru lulus, tetapi juga kepada peserta didik yang masih duduk di bangku kelas X dan XI. Langkah itu dilakukan agar persiapan dapat dimulai lebih awal dan lebih matang.

“Kami sudah petakan. Ada beberapa pelajar yang berpotensi, termasuk anak-anak yang kelas XII kemarin dan saat ini sudah lulus, itu sudah kita petakan juga. Anak-anak kelas X ke kelas XI dan kelas XI ke kelas XII juga sudah kita petakan,” ujarnya.

Dari hasil pendataan sementara, Disdik Kalteng menemukan tingginya minat pelajar untuk melanjutkan studi ke berbagai negara. Karena setiap kampus dan negara memiliki persyaratan yang berbeda, persiapan yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Salah satu fokus utama saat ini adalah penguatan kemampuan bahasa asing. Para siswa yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri mulai diarahkan untuk mempersiapkan diri menghadapi tes kemampuan bahasa internasional seperti TOEFL dan IELTS.

“Di situ banyak sekali data-data yang masuk, sudah berbagai macam negara yang diminati. Kita sedang persiapkan mereka untuk tes TOEFL dan IELTS sesuai kebutuhan negaranya masing-masing,” jelas Reza.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua kampus luar negeri mensyaratkan TOEFL atau IELTS sebagai syarat utama penerimaan mahasiswa.

“Ada negara yang tidak membutuhkan TOEFL, ada juga kampus di Rusia yang tidak membutuhkan tes bahasa Inggris seperti itu,” imbuhnya.

Reza optimistis program tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak pelajar Kalteng untuk merasakan pengalaman belajar di tingkat internasional.

Menurutnya, kuliah di luar negeri bukan hanya soal memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi juga membuka akses terhadap jaringan global, memperluas wawasan, dan membentuk kemampuan adaptasi yang lebih kuat.

“Doakan saja mudah-mudahan makin banyak anak-anak Kalteng yang eligible masuk ke perguruan tinggi luar negeri. Harapannya mereka bisa membuka wawasan dan jaringan sehingga Kalteng nanti bisa mendunia,” katanya.

Saat ini, Rusia, Jerman, Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat menjadi negara tujuan yang paling banyak diminati pelajar Kalteng. Namun Disdik masih melakukan pendataan lanjutan sebelum mengumumkan data lengkap secara resmi.

“Ada banyak tujuan negaranya, ada Rusia, Jerman, Prancis, Jepang juga banyak, ke Amerika juga ada,” ungkap Reza.

Langkah yang dilakukan Disdik Kalteng ini menjadi sinyal bahwa akses pendidikan global kini semakin terbuka bagi pelajar daerah. Dengan pendampingan yang tepat, penguatan bahasa asing, serta dukungan informasi beasiswa dan seleksi kampus internasional, peluang siswa Kalteng menembus perguruan tinggi dunia bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang mulai dipersiapkan sejak sekarang.

Follow Narasi Kalteng di Google Berita.

(BG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

You cannot copy content of this page