Pemkab Barut Bentuk Tim Pemantau Distribusi BBM dan Elpiji
MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menyoroti serius kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji 3 Kg yang kembali memicu antrean panjang di sejumlah SPBU. Persoalan yang berulang setiap satu hingga tiga bulan ini dinilai bukan sekadar masalah distribusi, tetapi juga menyangkut tata kelola dan pengawasan di lapangan.
Kondisi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Aula Setda Lantai I, Selasa (13/1/2026), sebagai respons atas laporan masyarakat terkait antrean panjang dan dugaan penjualan BBM di atas harga ketentuan pemerintah.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa kelangkaan tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian insidental. “Setiap satu hingga tiga bulan sekali selalu terjadi antrean panjang di SPBU. Bahkan ada laporan SPBU hanya buka satu sampai dua jam karena stok cepat habis. Ini harus kita benahi bersama,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya langkah konkret dan koordinasi lintas sektor agar kelangkaan BBM dan elpiji 3 Kg tidak terus menjadi polemik yang meresahkan masyarakat. Salah satu usulan yang muncul adalah pengaturan pengisian BBM bagi kendaraan dinas berpelat merah agar tidak memperpanjang antrean masyarakat umum.
Bupati mengusulkan penjadwalan khusus, misalnya pada sore atau malam hari, disertai pengumuman terbuka agar kebijakan tersebut dipahami publik. Selain itu, pemerintah daerah berencana membentuk grup koordinasi khusus untuk memantau kondisi distribusi BBM dan elpiji 3 Kg secara harian.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat respons pemerintah ketika terjadi lonjakan antrean yang kerap viral di media sosial, sekaligus memastikan distribusi energi berjalan lancar dan adil bagi seluruh masyarakat Barito Utara. (Mdh).












Tinggalkan Balasan