Pertamina Akui Sempat Terjadi Pengurangan BBM Pertamax di Palangka Raya, Ini Alasannnya
PALANGKA RAYA – PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Tengah akhirnya buka suara terkait polemik stok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belakangan memicu keresahan masyarakat di Kota Palangka Raya.
Dalam pertemuan bersama Pemerintah Kota Palangka Raya dan Forkopimda, pihak Pertamina mengakui sempat terjadi penurunan jumlah distribusi BBM jenis Pertamax di wilayah tersebut.
Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, menjelaskan bahwa kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh keterlambatan suplai yang bersumber dari faktor global.
“Memang kemarin ada keterlambatan suplai, ada dinamika global terutama konflik di timur tengah,” ungkapnya.
Saat disinggung mengenai minimnya sosialisasi kepada masyarakat terkait penurunan pasokan Pertamax, Pertamina menyebut pihaknya saat itu lebih memprioritaskan langkah penanganan.
“Memang diawal itu kami berusaha fokus pada peningkatannya dan solusinya, makanya kita mendapat perbantuan dari Banjarmasin sehingga untuk menambah ke 170 KL,” ujarnya.
Donny menambahkan, meski sempat terjadi penurunan dari kondisi normal 190 kiloliter (KL) menjadi 170 KL per hari, pihaknya kini telah melakukan upaya penambahan suplai.
“Meski terdapat kekurangan dari jumlah normal 190 KL ke 170, tetapi kami tetap berkomitmen untuk menambah, sehingga perhari ini kita bisa mengirimkan sebanyak 205 KL,” jelasnya.
Bahkan, Pertamina terus berupaya memastikan pasokan Pertamax ke depan akan ditingkatkan guna mengatasi antrean dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Hari ini hingga seterusnya kita akan banjiri slotnya diangkat 205 KL untuk Pertamax,” tegasnya.
Sementara itu, untuk BBM jenis Pertalite dipastikan dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala distribusi.
“Untuk pertalite itu tersedia aman, tidak ada masalah,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan