Dr. Yossita Wisman, Suara Perempuan Dayak untuk Pendidikan, Budaya, Lingkungan hingga Kemanusiaan
PALANGKA RAYA – Di tengah derasnya arus perubahan zaman, sosok perempuan Dayak ini tetap teguh berdiri membawa misi besar: pendidikan, budaya, dan kemanusiaan. Dialah Dr. Yossita Wisman, SE., M.M.Pd, akademisi, aktivis sosial budaya, sekaligus penulis yang dikenal konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat dan lingkungan.
Lahir di Tumbang Samba, Kalimantan Tengah, Dr. Yossita tumbuh dalam lingkungan alam yang asri dan kental dengan nilai adat. Kehidupan desa yang dekat dengan sungai, hutan, dan tradisi masyarakat Dayak membentuk karakter dirinya menjadi pribadi yang sederhana, tangguh, serta memiliki kecintaan mendalam terhadap alam.
Sejak kecil, ia memahami bahwa alam bukan sekadar tempat hidup, melainkan bagian dari identitas manusia itu sendiri.
Kedekatan dengan Alam yang Terjaga
Kecintaan tersebut terus ia rawat hingga kini. Di tengah kesibukan sebagai akademisi, Dr. Yossita tetap meluangkan waktu untuk berkebun dan menikmati suasana hijau.
Baginya, aktivitas tersebut bukan sekadar hobi, melainkan bentuk rasa syukur serta cara menjaga hubungan dengan alam. Selain itu, ia juga gemar membaca, menjadikan buku sebagai jendela untuk memahami berbagai persoalan—mulai dari pendidikan, sosial budaya, hingga isu global.
Akademisi yang Menginspirasi
Sebagai dosen di Program Pascasarjana S2 dan pengajar di Program Studi PJKR FKIP Universitas Palangka Raya, Dr. Yossita dikenal sebagai sosok yang cerdas, disiplin, dan dekat dengan mahasiswa.
Ia tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan, pemikiran kritis, serta kepedulian sosial kepada generasi muda.
Di mata mahasiswa, ia adalah figur inspiratif. Gaya penyampaiannya tenang, namun sarat makna. Ia kerap mengingatkan bahwa pendidikan harus melahirkan manusia berilmu yang juga memiliki hati nurani.
Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari gelar atau jabatan, tetapi dari sejauh mana seseorang memberi manfaat bagi masyarakat.
Konsisten Perjuangkan Budaya Dayak
Di luar dunia akademik, Dr. Yossita aktif sebagai Wakil Ketua Bidang Budaya dan Pariwisata Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah.
Melalui peran tersebut, ia terus mendorong pelestarian budaya Dayak agar tetap hidup di tengah modernisasi.
Menurutnya, budaya adalah kekuatan bangsa. Ia pun aktif mengembangkan wisata budaya, menjaga adat istiadat, serta memperjuangkan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal.
“Pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas,” menjadi prinsip yang ia pegang.
Perspektif Global, Akar Lokal
Pengalaman hidupnya memperkaya cara pandangnya terhadap keberagaman. Dr. Yossita banyak belajar dari berbagai suku dan wilayah di Indonesia, menyaksikan langsung bagaimana masyarakat adat menjaga tradisi, gotong royong, dan hubungan harmonis dengan alam.
Tak hanya di dalam negeri, ketertarikannya pada budaya juga membawanya mempelajari kehidupan masyarakat pedalaman di Thailand hingga wilayah perbatasan Kamboja.
Dari sana, ia melihat kesamaan kuat: masyarakat adat di berbagai negara memiliki semangat yang sama dalam menjaga identitas budaya dan nilai kemanusiaan di tengah modernisasi.
Intelektual Kritis dan Solutif
Sebagai anggota Asosiasi Intelektual Dayak Indonesia, Dr. Yossita dikenal aktif menulis berbagai opini di bidang energi, pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pertambangan dan isu global.
Tulisan-tulisannya tajam dan kritis, namun tetap menawarkan solusi.
Ia kerap menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta penghormatan terhadap hak masyarakat adat.
Baginya, kemajuan tidak boleh mengorbankan alam dan menghapus nilai budaya.
Kepedulian Sosial dan HAM
Di bidang sosial dan HAM, Dr. Yossita dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat kecil. Ia aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan yang berangkat dari pengalaman hidupnya di lingkungan sederhana.
Sebagai perempuan Dayak, ia menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda. Ia membuktikan bahwa perempuan mampu berperan sebagai akademisi, pemimpin, penulis, sekaligus penggerak sosial.
Meski memiliki banyak peran, ia tetap dikenal rendah hati dan terbuka. Ia mudah berdiskusi dengan siapa saja, mulai dari mahasiswa hingga tokoh adat dan masyarakat.
Baginya, ilmu harus menjadi cahaya yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Simbol Perempuan, Alam, dan Perubahan
Dr. Yossita Wisman adalah representasi perempuan Kalimantan yang tumbuh dari alam, dibesarkan oleh nilai budaya, dan menjelma menjadi intelektual yang mengabdi untuk masyarakat.
Dari Tumbang Samba, ia membawa pesan kuat bahwa ilmu pengetahuan harus berpihak pada manusia dan alam.
Perjalanannya menjadi bukti bahwa perempuan mampu menjadi sumber perubahan. Dengan pemikiran luas, kepedulian tinggi, dan dedikasi yang kuat, ia terus menyalakan harapan bagi generasi muda Kalimantan dan Indonesia.
Follow Narasi Kalteng di Google Berita.
(Red)
- akademisi UPR
- aktivis sosial
- budaya Dayak
- Dr Yossita Wisman
- HAM
- inspirasi generasi muda
- intelektual Dayak
- isu lingkungan
- Masyarakat Adat
- Pelestarian Budaya
- pembangunan berkelanjutan
- Pengabdian Dr Yossita Wisman
- perempuan Dayak inspiratif
- perempuan hebat Indonesia
- Sosok Dr Yossita Wisman
- tokoh Kalimantan Tengah
- tokoh pendidikan Indonesia
- tokoh perempuan nasional
- Universitas palangka raya
- wisata budaya
- Yossita Wisman
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan