Narasi Kalteng

Akurat & Terpercaya

Bapenda Palangka Raya Kedepankan Edukasi Hadapi Penolakan Pemasangan Tapping Box

PALANGKA RAYA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem perpajakan.

Namun, langkah ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kepala Bapenda Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ditemukan banyak pelaku usaha yang menunjukkan sikap skeptis bahkan menolak pemasangan perangkat tapping box di tempat usaha mereka.

Penolakan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kota dalam mewujudkan transparansi transaksi keuangan.

Menurut Emi, sebagian pelaku usaha merasa keberatan karena kekhawatiran akan gangguan pada sistem kasir internal mereka atau adanya anggapan bahwa alat tersebut akan menambah beban biaya operasional.

Ketidapahaman mengenai fungsi teknis dan regulasi di balik perangkat ini menjadi akar utama dari resistensi yang terjadi di lapangan.

Menyikapi kondisi tersebut, Emi menekankan bahwa Bapenda tidak ingin menggunakan pendekatan koersif atau paksaan sebagai langkah awal.

Sebaliknya, pihaknya kini lebih mengedepankan pendekatan yang persuasif dan edukatif. Sosialisasi secara intensif dilakukan untuk memberi pemahaman bahwa tapping box bukanlah alat untuk merugikan pengusaha, melainkan sarana untuk mencatat pajak yang dibayarkan oleh konsumen secara riil dan transparan.

“Edukasi yang diberikan mencakup penjelasan mengenai status pajak restoran atau hotel yang sebenarnya merupakan titipan dari konsumen, bukan potongan dari keuntungan pelaku usaha,” katanya, Rabu, (4/2/2026).

Dengan pemasangan tapping box, data transaksi terekam secara otomatis dan akurat, sehingga meminimalisir risiko kesalahan input manual atau potensi sengketa pajak di kemudian hari.

Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif demi pembangunan kota yang lebih baik.

Selain pendekatan humanis, Bapenda juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Bank Kalteng sebagai penyedia perangkat, untuk memastikan kendala teknis dapat diatasi dengan cepat.

Emi memastikan bahwa tim di lapangan akan terus melakukan pendampingan kepada para wajib pajak agar mereka merasa nyaman dan tidak merasa terbebani dengan adanya sistem pengawasan elektronik ini. (Hen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Exit mobile version