Dinkes Kalteng Dorong Edukasi dan Skrining HIV

Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul

PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah mencatat jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) baru pada 2025 mencapai 487 kasus, meningkat dibandingkan 419 kasus pada 2024. Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul, menyebut Kota Palangka Raya kembali menjadi daerah dengan temuan kasus tertinggi selama dua tahun berturut-turut.

“Pada 2024, Palangka Raya mencatat 143 kasus ODHIV baru. Tahun 2025 masih menjadi yang tertinggi dengan 120 kasus,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

dishut
disbun

Selain Palangka Raya, kasus HIV/AIDS terbanyak juga ditemukan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan 82 kasus pada 2024 dan 78 kasus pada 2025. Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyusul dengan 66 kasus pada 2024 dan meningkat menjadi 71 kasus pada 2025. Sementara itu, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) tercatat sebagai wilayah dengan temuan terendah, yakni nol kasus pada 2024 dan satu kasus pada 2025.

Meski jumlah kasus meningkat, capaian pengobatan belum sepenuhnya optimal. Pada 2024, dari 419 ODHIV baru, sebanyak 375 orang memulai terapi Antiretroviral (ARV). Untuk mendukung penanggulangan, seluruh fasilitas layanan kesehatan di Kalteng telah mampu melakukan pemeriksaan HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS). Selain itu, tersedia 85 layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

dishut

Suyuti menambahkan, data kasus HIV/AIDS tahun 2026 belum dapat dianalisis karena proses kompilasi masih berlangsung. “Data Januari 2026 masih dalam proses pengumpulan,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kalteng terus mendorong edukasi kesehatan, skrining di puskesmas dan rumah sakit, pemenuhan alat tes HIV dan kondom bagi populasi kunci, penyediaan obat ARV dan IMS, serta pemeriksaan Viral Load gratis untuk memantau keberhasilan terapi. (Mdh).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

You cannot copy content of this page