Muhlis: Energi Terbarukan Jadi Penopang Ekonomi Baru
MUARA TEWEH – Sektor pertambangan kembali menjadi sorotan seiring dorongan pemerintah daerah untuk mulai serius menggarap energi baru terbarukan (EBT) sebagai penopang ekonomi masa depan.
Sekretaris Daerah Barito Utara, Drs. Muhlis, mengungkapkan dominasi batu bara dalam struktur ekonomi daerah masih sangat kuat. Pada 2025, sektor ini menyumbang 35,53 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), bahkan sempat mencapai 48,76 persen pada 2022. “Kondisi ini tidak bisa terus dipertahankan tanpa strategi transisi. Sumber daya ini terbatas dan akan menurun,” ujarnya dalam kegiatan koordinasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Aula Bappedaridda Muara Teweh, Kamis (23/4/2026).
Meski tambang dan gas memberikan pemasukan besar—termasuk dana bagi hasil sekitar Rp2,9 triliun pada 2025—ketergantungan tersebut dinilai berisiko bagi keberlanjutan ekonomi daerah. Energi fosil juga menghadapi tekanan global dari sisi cadangan maupun fluktuasi harga akibat dinamika geopolitik.
Barito Utara memiliki sumber energi alternatif seperti gas dari Blok Bangkanai dengan produksi sekitar 20 juta kaki kubik per hari untuk pembangkit listrik. Namun, pemerintah daerah menilai gas tetap tergolong energi tak terbarukan sehingga bukan solusi jangka panjang.
Situasi ini mendorong percepatan pengembangan EBT sebagai sumber energi sekaligus penggerak ekonomi baru. Muhlis menilai kolaborasi dengan BRIN menjadi peluang untuk mengubah arah pembangunan yang selama ini bertumpu pada ekstraksi sumber daya. “Kita tidak hanya bicara energi, tapi juga masa depan ekonomi daerah. Perlu inovasi agar potensi energi terbarukan benar-benar bisa menjadi tulang punggung baru,” katanya.
Kunjungan tim BRIN disebut menjadi langkah awal untuk memetakan potensi dan menyusun strategi konkret pengembangan EBT di wilayah timur Kalimantan Tengah, termasuk Barito Utara. (Mdh).












Tinggalkan Balasan