Pemprov Kalteng Luncurkan Sejumlah Program Pendidikan, Perkuat Akses dan Kualitas SDM
Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meluncurkan berbagai program strategis di sektor pendidikan sebagai upaya memperkuat akses dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Tambun Bungai. Peluncuran program tersebut digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (5/3/2025).
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Kalimantan Tengah.
“Kegiatan launching pada hari ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Bumi Tambun Bungai,” ujar Leonard S. Ampung.
Ia menjelaskan, program yang diluncurkan juga sejalan dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo, khususnya pada misi kedua yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan inklusif yang beretika sesuai dengan nilai Belom Bahadat.
Selain itu, kebijakan tersebut juga selaras dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan sektor sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Leonard memaparkan sejumlah program pendidikan yang resmi diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satunya adalah Program D1 Vokasi Pertanian Akademi Komunitas Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) yang diharapkan mampu mencetak generasi muda terampil di bidang pertanian serta sektor produktif lainnya.
Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program bantuan seragam sekolah bagi puluhan ribu pelajar di Kalimantan Tengah. Program ini ditandai dengan penampilan fashion show siswa-siswi dari berbagai daerah serta penyerahan bantuan secara simbolis.
Leonard menyebutkan bahwa total penerima bantuan seragam sekolah tersebut mencapai lebih dari 60 ribu siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, baik di kawasan perkotaan maupun pedalaman.
Adapun bantuan yang diberikan meliputi 34.735 stel seragam olahraga, 34.735 stel seragam Batik Huma Betang, 25.123 stel seragam putih abu-abu, serta 25.123 stel seragam Pramuka lengkap dengan 26.030 pasang sepatu sekolah.
Selain itu, para pelajar juga menerima perlengkapan tambahan berupa 25.123 topi sekolah, 25.123 dasi sekolah, dan 25.123 ikat pinggang sekolah.
Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan launching dan penyerahan Surat Keputusan Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (PPDS Obgin) Universitas Palangka Raya. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan 36 perguruan tinggi negeri dan swasta di Kalimantan Tengah terkait pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan simbolis berbagai program pendidikan, mulai dari bantuan seragam sekolah, program sekolah gratis, Simpanan Pelajar, hingga program kuliah gratis bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Leonard menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), yang bertujuan meningkatkan akses layanan pendidikan yang adil dan merata, terutama bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu.
“Tujuannya tidak lain agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan layanan pendidikan, hingga menamatkan sekolah pada jenjang menengah maupun perguruan tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa peluncuran berbagai program pendidikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi langkah dan komitmen nyata kita untuk memastikan setiap putra-putri Kalimantan Tengah mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas,” tegas Agustiar Sabran.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin ada generasi muda Kalimantan Tengah yang terhambat mengakses pendidikan maupun layanan dasar lainnya.
“Kami tidak ingin melihat ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat, tidak bisa makan,” ujarnya.
Meski pada tahun 2026 terjadi penurunan APBD Provinsi Kalimantan Tengah dari sekitar Rp10,2 triliun pada 2025 menjadi Rp5,4 triliun, Gubernur menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan mengurangi komitmen pemerintah daerah untuk tetap memprioritaskan sektor pendidikan.
Beberapa program unggulan yang terus diperkuat di antaranya program Satu Rumah Satu Sarjana, sekolah gratis, serta bantuan seragam sekolah yang menjadi bagian dari prioritas Kartu Huma Betang Sejahtera.
Menurut Agustiar, pendidikan merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah karena mampu memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian masyarakat.
“Maju mundurnya suatu daerah tergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Jika pendidikan maju, merata, dan berkeadilan, maka SDM kita akan unggul dan berdaya saing,” katanya.
Ia juga menyambut baik peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgin) Universitas Palangka Raya yang dinilai akan memperkuat layanan kesehatan di Kalimantan Tengah.
Selain fokus pada pendidikan, pemerintah provinsi juga terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, salah satunya melalui penyediaan delapan unit rumah sakit keliling yang akan melayani hingga ke wilayah pelosok.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kalimantan Tengah, sekaligus berharap dukungan dari pemerintah pusat agar berbagai program pengembangan pendidikan di daerah dapat terus berjalan demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang lebih maju, berkah, dan bermartabat menuju Indonesia Emas.
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan