Pendidik PAUD Barito Utara Dilatih Cipta Lagu Edukatif
MUARA TEWEH – Sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menggelar workshop cipta lagu anak dan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE).
“Peningkatan kompetensi pendidik PAUD merupakan kunci utama dalam mewujudkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas,” kata Bunda PAUD Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, di Muara Teweh, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, workshop ini bertujuan membekali pendidik dengan keterampilan mencipta lagu anak yang edukatif serta kemampuan membuat APE yang kreatif, aman, dan kontekstual dengan memanfaatkan bahan sederhana serta potensi lokal. “Melalui workshop ini, kami berharap pendidik PAUD tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi pencipta media pembelajaran yang edukatif, kreatif, dan inovatif,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh pendidik PAUD se-Kabupaten Barito Utara dengan menghadirkan Danang Rusmanto, pencipta lagu anak nasional, sebagai narasumber utama. Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara, Syahmiludin A. Surapati, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidik PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan dasar kemampuan anak sejak usia dini.
“Oleh karena itu, inovasi dalam pembelajaran, termasuk pengembangan lagu anak dan APE, perlu terus didorong agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak dan kearifan lokal,” ucap Syahmiludin.
Ketua HIMPAUDI Barito Utara, Matilda, menambahkan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam meletakkan dasar tumbuh kembang anak dari aspek nilai agama dan moral, sosial emosional, bahasa, kognitif, fisik motorik, hingga seni. Ia menekankan bahwa proses pembelajaran PAUD harus dirancang secara menyenangkan dan bermakna sesuai tahap perkembangan anak.
Namun, pendidik PAUD masih menghadapi tantangan keterbatasan media pembelajaran kreatif serta ketergantungan pada lagu anak dan APE yang sudah tersedia tanpa pengembangan sesuai kebutuhan dan budaya lokal. Melalui kegiatan ini, HIMPAUDI berharap muncul inovasi baru yang memperkaya pembelajaran anak usia dini di Barito Utara. (Mdh).












Tinggalkan Balasan