TKD Dipangkas, Pemko Diminta Lebih Inovatif Gali PAD
PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mendorong pemerintah kota setempat untuk lebih jeli dan inovatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah strategis ini dinilai sangat krulial untuk menjaga momentum dan percepatan pembangunan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut agar tidak terhambat.
Seruan ini disampaikan Khemal bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah sedang dihadapkan pada tantangan fiskal yang cukup berat, menyusul adanya kebijakan pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah atau Dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam struktur APBN.
Nilai pemotongan tersebut terbilang fantastis, yakni mencapai Rp253 miliar, yang tentu berdampak signifikan terhadap postur anggaran daerah.
Menurut Khemal, ketergantungan yang tinggi terhadap dana transfer pusat selama ini menjadi celah kerawanan bagi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ketika kebijakan fiskal makro berubah dan pusat melakukan rasionalisasi anggaran, daerah yang tidak memiliki pondasi PAD yang kuat akan langsung merasakan dampaknya terhadap program-program pembangunan yang telah direncanakan.
Oleh karena itu, Khemal mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis penghasil PAD untuk segera melakukan pemetaan ulang terhadap sektor-sektor potensial.
“Sektor pajak daerah dan retribusi, seperti perhotelan, restoran, parkir, hingga pengelolaan aset daerah yang belum maksimal, harus digarap dengan strategi baru yang lebih efektif dan transparan,” katanya, Rabu, (20/5/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam sistem pemungutan pajak dan retribusi guna meminimalisir kebocoran anggaran.
Dengan sistem yang terintegrasi dan akuntabel, optimalisasi pendapatan dapat dicapai tanpa harus memberikan beban baru yang memberatkan masyarakat atau pelaku usaha kecil.
Melalui upaya kreatif dan keseriusan dalam menggenjot PAD ini, Khemal optimistis program pemenuhan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Palangka Raya dapat tetap berjalan sesuai target. (hen)
Tinggalkan Balasan Batalkan balasan