Pemko Palangka Raya Perkuat Program Kampung Iklim, Dorong Masyarakat Hadapi Perubahan Iklim Secara Mandiri
PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim (Proklim). Melalui program ini, masyarakat didorong menjadi pelaku utama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Program Kampung Iklim (Proklim) yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Selasa, 30 Juni 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan Proklim merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui berbagai aksi nyata di tingkat kelurahan.
Menurutnya, keberhasilan Proklim tidak diukur dari banyaknya penghargaan yang diraih, melainkan dari terbentuknya masyarakat yang mandiri, tangguh, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
“Proklim bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi bagaimana membangun masyarakat yang tangguh terhadap perubahan iklim, mampu mengelola lingkungan secara berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Untung menjelaskan, melalui Proklim masyarakat didorong melaksanakan berbagai kegiatan berbasis lingkungan, seperti pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penghijauan, konservasi sumber daya air, penguatan ketahanan pangan keluarga, efisiensi energi, pengurangan risiko bencana, hingga pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Untung juga mengapresiasi dukungan PLN Indonesia Power UBP Barito melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) serta Yayasan Borneo Urban Lab yang turut mendampingi masyarakat dalam pengembangan Program Kampung Iklim.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kami berharap sinergi ini terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan pemberdayaan tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen bersama yang telah dimulai sejak 11 Februari 2026 melalui aksi penanaman pohon di Kelurahan Bukit Tunggal sebagai simbol dimulainya pengembangan Program Kampung Iklim di wilayah tersebut.
Kini, komitmen tersebut diperkuat melalui edukasi, pelatihan, serta peningkatan kapasitas masyarakat terkait tata kelola Proklim, pengembangan inovasi lingkungan, hingga penyusunan rencana keberlanjutan program.
Pada kesempatan yang sama, DLH Kota Palangka Raya juga menyerahkan Piagam Penghargaan Program Kampung Iklim kepada lima lokasi Proklim yang berhasil meraih Kategori Proklim Madya.
Penghargaan tersebut diberikan kepada RW VI Kelurahan Bukit Tunggal, RW XIV Kelurahan Bukit Tunggal, RW VI Kelurahan Menteng, RW VIII Kelurahan Menteng, serta RW IV Kelurahan Langkai.
Untung berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh kelurahan di Kota Palangka Raya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Kampung Iklim.
Ia juga menargetkan Kelurahan Bukit Tunggal dapat berkembang menjadi kawasan percontohan Proklim yang menghadirkan berbagai inovasi lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.












Tinggalkan Balasan