Bapenda Palangka Raya Optimis Capaian PBJT Lampaui Target
PALANGKA RAYA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya menyatakan optimisme yang tinggi terhadap realisasi penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) pada tahun anggaran ini.
Pertumbuhan yang pesat di sektor wisata kuliner, restoran, serta meningkatnya angka hunian (okupansi) hotel di wilayah Kota Cantik menjadi motor penggerak utama yang mendongkrak pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Geliat ekonomi masyarakat yang kembali normal memicu menjamurnya kafe, rumah makan, hingga hotel-hotel baru di Palangka Raya.
Tren positif ini berdampak langsung pada peningkatan setoran PBJT, yakni nomenklatur pajak baru yang mengintegrasikan sektor makanan/minuman, perhotelan, jasa kesenian/hiburan, tenaga listrik, hingga perparkiran ke dalam satu pengelolaan.
“Aktivitas usaha di sektor kuliner dan perhotelan saat ini tumbuh sangat pesat. Melihat konsistensi grafik kenaikan realisasi dari bulan ke bulan, kami sangat optimistis capaian target PBJT tahun ini tidak hanya terpenuhi, tetapi mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” ungkap Kepala Bapenda Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Senin, (4/5/2026).
Emi menjelaskan, kontribusi terbesar dalam struktur PBJT sejauh ini masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman (pajak restoran) serta penyediaan jasa perhotelan.
Maraknya penyelenggaraan acara berskala regional maupun nasional di Palangka Raya turut andil besar dalam menarik kunjungan wisatawan, yang otomatis meningkatkan volume transaksi pada kedua sektor tersebut.
Guna memastikan seluruh potensi pajak dari sektor konsumsi ini terserap optimal, Bapenda terus menggencarkan pemantauan.
Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan alat perekam transaksi elektronik (tapping box) di meja-meja kasir pelaku usaha, sehingga setiap transaksi yang dilakukan oleh konsumen dapat tercatat secara riil dan transparan.
Emi memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pelaku usaha kuliner dan perhotelan yang telah kooperatif dan tertib dalam menyetorkan pajak yang dititipkan oleh konsumen.
Ia menegaskan bahwa hasil pemungutan PBJT ini akan dialokasikan kembali untuk pembangunan fasilitas publik guna mempercantik estetika kota serta memperbaiki infrastruktur pendukung ekonomi lainnya. (hen)












Tinggalkan Balasan