Optimalkan PBJT, Kepala Bapenda Palangka Raya Minta Pelaku Usaha Hiburan dan Resto Tertib Gunakan Tapping Box

PALANGKA RAYA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya terus memperketat pengawasan terhadap penyetoran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).

Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa pajak yang telah dibayarkan oleh konsumen melalui sektor hiburan, jasa kesenian, restoran, dan kafe benar-benar masuk ke kas daerah secara utuh dan tepat waktu.

dishut
disbun

Sebagai instrumen pengawasan utama, Bapenda mengoptimalkan pemasangan dan fungsi alat perekam transaksi usaha atau tapping box pada mesin kasir para pelaku usaha.

Alat digital ini berfungsi mencatat setiap transaksi penjualan secara real-time, sehingga meminimalkan potensi selisih atau manipulasi pelaporan omzet yang dapat memicu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

dishut

“Kami meminta dengan tegas kepada seluruh pelaku usaha hiburan, tempat rekreasi, dan restoran di Palangka Raya untuk tertib dan konsisten menggunakan tapping box yang telah kami sediakan. Jangan sampai alat tersebut sengaja dimatikan atau tidak difungsikan saat melayani konsumen,” tegas Kepala Bapenda Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Rabu, (6/5/2026).

Emi menjelaskan, PBJT bukanlah pajak yang membebani modal atau keuntungan pemilik tempat usaha, melainkan pajak konsumsi yang dititipkan oleh konsumen saat membeli makanan atau menikmati fasilitas hiburan.

Oleh karena itu, pengusaha wajib menyetorkan amanah dana tersebut ke pemerintah daerah demi keadilan bersama dan transparansi publik.

Bapenda juga telah menyiapkan tim monitoring khusus yang secara berkala melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai titik usaha guna memeriksa fungsionalitas alat perekam tersebut.

Jika ditemukan adanya unsur kesengajaan untuk mematikan alat atau memanipulasi data transaksi, pihak Bapenda tidak ragu untuk memberikan sanksi administratif hingga rekomendasi pembekuan izin usaha.

Melalui penertiban yang konsisten ini, Bapenda berharap dapat membangun ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif di Kota Cantik.

Emi meyakini bahwa dengan pengawasan teknologi yang ketat dan kesadaran tinggi dari para pelaku usaha, penerimaan sektor PBJT akan semakin optimal dalam menopang pembiayaan berbagai program pembangunan fasilitas umum. (Hen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

You cannot copy content of this page