Palangka Raya Pasok 40 Ton Komiditi Pangan dari Karo

PALANGKA RAYA – Pemko Palangka Raya terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan menjalin kerja sama antardaerah untuk memasok komoditi pangan segar.

Kali ini, Pemko Palangka Raya mendatangkan sebanyak 40 ton berbagai jenis komoditi pangan per bulan yang dipasok langsung dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

dishut
disbun

Langkah taktis ini diambil guna memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar lokal tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kabupaten Karo dipilih sebagai mitra strategis karena dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sayur-mayur dan bumbu dapur berkualitas tinggi di Indonesia, sehingga diharapkan dapat menyuplai kebutuhan warga Palangka Raya secara berkelanjutan.

dishut

Adapun pasokan seberat 40 ton per bulan tersebut mencakup berbagai jenis komoditi pangan penting yang kerap memicu inflasi jika stoknya menipis.

Komoditi yang didatangkan meliputi cabe rawit, cabe rawit hijau, dan cabe merah keriting (CMK). Selain lini perbumbuan, pasokan ini juga dilengkapi dengan komoditi sayuran segar seperti wortel, kentang, kol atau kubis, serta labu siam.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distanketpang) Kota Palangka Raya, Sugianto, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Yusianto, membenarkan adanya realisasi kerja sama pengiriman komoditi tersebut.

“Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan laju inflasi daerah,” katanya, Senin, (6/7/2026).

Dia menjelaskan bahwa untuk tahap awal, pengiriman komoditi pangan dari Kabupaten Karo ini direncanakan akan terjadwal sebanyak dua kali dalam satu bulan. Pola distribusi berkala ini diterapkan sebagai langkah awal uji coba pasokan sekaligus untuk melihat respons pasar di Kota Cantik.

Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus memantau perkembangan program ini di lapangan, terutama terkait kesiapan para pelaku usaha lokal dalam menerima dan menyalurkan barang.

“Jika tahap awal ini berjalan mulus dan kesiapan pelaku usaha semakin matang, tidak menutup kemungkinan frekuensi maupun volume pasokan akan ditingkatkan,” pungkasnya. (Hen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

You cannot copy content of this page