Pemko Palangka Raya Gandeng BI dan Bulog untuk Cegah Inflasi

PALANGKA RAYA – Pemko Palangka Raya memperkuat benteng perekonomian daerah guna mengantisipasi potensi lonjakan inflasi.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mempererat kemitraan strategis dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Tengah dan Perum BULOG selaku pilar utama pengendali stabilitas moneter dan pangan.

dishut
disbun

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa kerja sama dengan instansi vertikal ini sangat krusial untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran.

Menurutnya, perpaduan antara analisis ekonomi dari bank sentral dan kekuatan logistik pangan dari BULOG akan membuat penanganan inflasi menjadi jauh lebih taktis.

dishut

“Kita harus siap menghadapi segala skenario ekonomi di pasar. Melalui kolaborasi erat bersama Bank Indonesia dan BULOG, kami dapat langsung memetakan potensi risiko sekaligus menyiapkan cadangan pasokan pangan yang cukup sebelum harga mulai merangkak naik,” katanya, Senin, (5/7/2026).

Dalam pembagian perannya, Bank Indonesia bertugas memberikan analisis tren pasar serta rekomendasi kebijakan makro untuk menjaga daya beli warga.

Sementara itu, Perum BULOG bertindak sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pasokan beras dan komoditas penting lainnya, termasuk kesiapan menyelenggarakan operasi pasar jika sewaktu-waktu diperlukan.

Langkah antisipatif ini juga didukung penuh oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya yang memasok data indikator harga secara berkala, serta unsur FKPD dan Dinas terkait yang mengawal eksekusi kebijakan di lapangan.

“Semua pihak bergerak dalam satu komando untuk memastikan tidak ada celah bagi spekulan yang mempermainkan harga,” tegas Zaini.

Melalui strategi jemput bola bersama BI dan BULOG ini, Pemko Palangka Raya optimistis dapat meredam gejolak inflasi sedini mungkin.

Upaya masif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi Kota Cantik, sehingga aktivitas konsumsi masyarakat dan iklim usaha tetap berjalan normal tanpa bayang-bayang kelangkaan pangan. (Hen)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

You cannot copy content of this page