HMI UPR Gelar LK 1, Dorong Lahirnya Kader Kritis dan Penjaga Nilai Demokrasi
PALANGKA RAYA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat (Korkom) Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar Latihan Kader 1 (LK 1) atau Basic Training sebagai langkah awal membentuk kader yang kritis dan bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut resmi dimulai pada Jumat, 22 Mei 2026, dan akan berlangsung selama tiga hari hingga 24 Mei 2026 di Anjungan Kotawaringin Timur, Jalan Temanggung Tilung XVI, Palangka Raya.
Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Aula Sekretariat HMI Cabang Palangka Raya dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Tengah Satriadi, Komisioner KPU Kota Palangka Raya Anang Juhaidi, Ketua Majelis Daerah Forhati Sriwati, Ketua Umum HMI Cabang Palangka Raya Permutih Imam Basar, serta Ketua Umum HMI Korkom UPR Ahmad Suhairi.
Turut hadir pula ketua umum komisariat HMI se-UPR, peserta LK 1, dan kader HMI lainnya.
Ketua Umum HMI Korkom UPR, Ahmad Suhairi, menegaskan bahwa LK 1 bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan proses awal pembentukan karakter kader.
“Yang teman-teman peserta perlu tahu, Latihan Kader 1 bukan sekadar kegiatan formal organisasi. LK 1 ini adalah pintu awal bagi setiap kader untuk mengenal nilai perjuangan HMI, memahami tanggung jawab sebagai insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernapaskan Islam dan berorientasi pada kepentingan umat dan bangsa,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan serius dan aktif.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap proses dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya hadir untuk mendapatkan sertifikat atau status kader, tetapi hadir untuk belajar, berdiskusi, dan membentuk cara berpikir yang lebih kritis serta bertanggung jawab,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum HMI Cabang Palangka Raya, Permutih Imam Basar, menekankan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi keberlangsungan organisasi.
“LK 1 ini adalah pondasi awal bagi kader HMI. Dari sini teman-teman akan belajar bagaimana menjadi insan yang mampu berpikir kritis, menjaga nilai keislaman, dan memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kalteng, Satriadi, menilai mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga demokrasi dan menjadi pengawas sosial.
“Mahasiswa harus menjadi kelompok yang kritis dan peduli terhadap persoalan sosial maupun demokrasi. Saya berharap kader HMI bisa terus menjaga idealisme dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tandasnya.
Kegiatan LK 1 ini diisi dengan berbagai materi, mulai dari keislaman, ke-HMI-an, kepemimpinan, hingga diskusi terkait peran mahasiswa dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.












Tinggalkan Balasan