Kids Athletics di Palangka Raya: Gerakan Ceria PJKR FKIP UPR Bangun Generasi Sehat dan Berkarakter

Anak-anak Kids Athletics bersama tim dosen dan mahasiswa atlet PJKR FKIP UPR.

PALANGKA RAYA – Di tengah gempuran era digital yang membuat anak-anak semakin lekat dengan gawai, sebuah gerakan edukatif hadir dari kalangan akademisi. Tim PKM Mandiri Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) FKIP Universitas Palangka Raya menggagas program Kids Athletics sebagai solusi membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter melalui pendekatan olahraga berbasis permainan.

dishut
disbun

Dari Lapangan ke Karakter: Kids Athletics UPR Cetak Generasi Tangguh di Era Digital

Program Kids Athletics bukan sekadar aktivitas olahraga biasa. Inisiatif ini dirancang sebagai media pembelajaran yang mengintegrasikan kebugaran fisik, pengembangan karakter, serta literasi gerak anak secara menyenangkan dan edukatif.

dishut

Kegiatan ini dipimpin oleh Abdullah, S.Pd., M.Or. selaku Ketua Tim, dengan melibatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa atlet lari, yakni Viyana Lestari dan Hayatun Nufus. Turut tergabung dalam tim adalah Garry William Donny selaku Koordinator Prodi PJKR, Bernisa, S.Pd., M.Pd., Iwan Noor Alamsyah, S.Pd., M.Kes., Dr. Endang Handayani, S.Pd., M.Pd., serta Dr. Yossita Wisman, M.M.Pd.

“Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sebatas kewajiban akademik, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda,” jelas Abdullah, S.Pd., M.Or.

Program ini mengusung konsep gerak dasar atletik seperti lari, lompat, dan lempar yang dikemas dalam bentuk permainan interaktif. Anak-anak diajak aktif bergerak tanpa merasa terbebani latihan. Di balik suasana ceria tersebut, terdapat proses pembelajaran motorik yang dirancang secara sistematis dan terukur untuk melatih koordinasi, keseimbangan, kelincahan, serta daya tahan tubuh.

Ketua tim menegaskan bahwa pendekatan berbasis permainan menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

“Anak usia sekolah dasar cenderung aktif, dinamis, dan menyukai tantangan. Karena itu, metode pembelajaran yang menyenangkan dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan instruksional yang kaku,” ucapnya.

Melalui permainan, anak-anak secara tidak langsung belajar disiplin lewat aturan, kerja sama melalui aktivitas estafet, serta sportivitas dalam kompetisi sehat.

Lebih jauh, Kids Athletics tidak hanya berfokus pada peningkatan kebugaran jasmani, tetapi juga pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, keberanian mencoba, dan saling menghargai tumbuh secara alami selama proses berlangsung. Inilah kekuatan utama program ini—menjadikan olahraga sebagai media pendidikan karakter.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa atlet tidak hanya bertindak sebagai demonstrator teknik, tetapi juga menjadi role model. Kehadiran Viyana Lestari dan Hayatun Nufus memberikan inspirasi nyata bahwa prestasi dapat diraih melalui latihan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Interaksi antara mahasiswa dan siswa pun menciptakan suasana belajar yang humanis dan memotivasi.

Secara akademik, kegiatan ini juga memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti pada teori, tetapi diterapkan langsung dalam praktik lapangan dengan dampak sosial yang nyata.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan antusiasme anak terhadap aktivitas fisik. Orang tua sebagai mitra program turut merasakan dampaknya, di mana anak-anak menjadi lebih aktif dan percaya diri setelah mengikuti kegiatan ini. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan yang tepat mampu mengembalikan minat anak terhadap olahraga di tengah arus digitalisasi.

Di sisi lain, program ini juga membuka peluang pengembangan lanjutan, seperti penyusunan modul pembelajaran Kids Athletics, publikasi ilmiah, hingga potensi luaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan dan terdokumentasi secara akademik.

Ke depan, Tim PJKR FKIP Universitas Palangka Raya berharap model Kids Athletics dapat direplikasi di lebih banyak sekolah, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah. Upaya kecil di lingkungan sekolah diyakini mampu menjadi fondasi besar dalam mencetak generasi yang sehat, tangguh, dan berkarakter.

Olahraga, pada akhirnya, bukan sekadar tentang kompetisi atau medali. Ia adalah ruang pembelajaran kehidupan. Melalui Kids Athletics, anak-anak belajar bahwa bergerak adalah kebutuhan, bermain adalah proses belajar, dan sportivitas merupakan nilai dasar kemanusiaan.

Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, komitmen, dan kepedulian mampu menghadirkan dampak nyata. Di lapangan sederhana tempat anak-anak berlari dan tertawa, sesungguhnya sedang tumbuh harapan besar akan masa depan yang lebih sehat dan berdaya.

Follow Narasi Kalteng di Google Berita.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

You cannot copy content of this page